Jumaat, 6 Ogos 2010

JAMBATAN NERAKA


Rasulullah Saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Swt. telah menciptakan Shirath yang berada diatas neraka, yaitu jembatan yang terletak ditengah-tengah neraka Jahanam yang sangat licin dan dapat menggelincirkan. Jembatan ini mempunyai 7 gardu (pos), yang setiap gardu jaraknya sama dengan perjalanan 3000 tahun, seribu tahun berupa tanjakan yang tinggi, seribu tahun berupa dataran, dan seribu tahun berupa lereng yang curam. Dia lebih kecil dan lembut dari pada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih gelap dibandingkan malam yang pekat. Setiap gardu mempunyai 7 cabang, setiap cabang bentuknya bagai panah yang ujungnya tajam. Duduklah setiap hamba diatas setiap gardu tersebut dan ditanyakan kepadanya tentang perintah-perintah Allah Swt.

Pada pos yang pertama seorang hamba ditanya tentag keimanannya, jika ia terpelihara dari sifat-sifat kafir dan riya' maka tetaplah ia diatas gardu dan jika tidak, maka dilemparkanlah ia kedalam api neraka. Pada pos yang kedua seorang hamba ditanya tentang sholatnya. Pada pos yang ketiga seorang hamba ditanya tentang zakatnya. Pada pos yang keempat seorang hamba ditanya tentang puasanya. Pada pos yang kelima seorang hamba ditanya tentang haji dan umrohnya. Pada pos yang keenam seorang hamba ditanya tentang wudhu' dan mandi junubnya. Dan pada pos yang ketujuh seorang hamba ditanya tentang budi baik terhadap kedua orang tuanya, menyambung tali persaudaraan dan penganiayaan. Dan jika seorang hamba lolos dari pertanyaan-pertanyaan ini, maka tetaplah ia pada pos dan jika tidak, maka ia akan dilemparkan ke dalam api neraka.

Imam Wahab berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Saw. berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah umatku." Maka naiklah semua makhluk diatas jembatan tersebut hingga ada yang saling menaiki antara yang satu dengan yang lain. Dan jembatan tersebut terus terombang-ambing bagaikan perahu diatas lautan yang ditiup angin taufan.

Maka lewatlah kelompok yang pertama bagaikan kilat yang menyambar. Kelompok yang kedua bagaikan angin kencang. Kelompok yang ketiga bagaikan burung yang terbang. Kelompok yang keempat bagaikan kuda yang berlari. Kelompok yang kelima bagaikan orang yang berlari. Kelompok yang keenam bagaikan orang yang berjalan. Dan kelompok yang ketujuh melewatinya selama sehari semalam, ada yang melewatinya selama 1bulan, 1tahun, 2tahun, 3tahun, dan ada pula yang melewatinya selama 15.000 tahun (lamanya) dari tahun didunia.

Dalam suatu riwayat diceritakan: Sesungguhnya ketika manusia melewati jembatan, maka api neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada diatas kepala mereka, ada yang berada di sebelah kanan dan kiri mereka, serta ada yang berada di belakang dan di depan mereka.

Allah Swt. berfirman:
"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu, hal itu bagi Tuhanmu adalah kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim didalam neraka dalam keadaan berlutut." (Qs. Maryam: 71-72).

Sedangkan neraka itu selalu memakan tubuhnya mulai dari kulit sampai dagingnya, sehingga orang yang lewat diatas jembatan itu bagaikan arang yang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dari api neraka. Sebagaimana mereka ada yang melewati neraka tanpa disertai para takut terhadap apapun dari kesulitan, tidak pula merasakan panasnya, hingga ia berkata pada akhir perjalanannya: "Dimanakah jembatan itu ?" Lalu dikatan kepadanya: "Telah engkau lalui dia tanpa kesusasahan berkat rahmat Allah Swt."

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa apabila hari kiamat telah tiba, maka datanglah sekelompok umat, ketika mereka naik keatas Shirath, maka Rasulullah Saw. menoleh kepada mereka seraya bertanya: "Siapkah kalian?" Maka mereka menjawa: "Kami adalah umatmu." Rasulullah Saw. bersabda: "Apakah kalian telah melaksanakan perintah-perintahku?" Mereka menjawab: "Tidak" Maka pergilah Rasulullah meninggalkan mereka. Kemudian terjerumuslah mereka kedalam api neraka Jahanam. Kemudian datang lagi sekelompok umat, dan Rasulullah Saw. bertanya kepada mereka: "Apakah kalian berada pada syariat nabi kalian? Dan adakah kalian berjalan diatas jalan-Nya yang benar?" Kalau mereka menjawab dengan "Ya" maka dapatlah mereka melewati jembatan itu dan apabila "Tidak" maka terjerumuslah mereka kedalam api neraka. Maka setelah mereka masuk keneraka, mereka mengharap syafaat dari Rasulullah Saw.

Dalam suatu hadits yang lain diterangkan: Suatu kaum datang dan berhenti diatas Shirat seraya berkata: "Siapakah yang bakal menyelamatkan kita dari api neraka, padahal kita tidak kuasa untuk melewati diatas Shirath itu." Maka menangislah mereka. Lalu datanglah malaikat Jibril as. dan bertanya kepada mereka: "Apakah yang menghalangi kalian untuk lewat diatas Shirat ini ?" Mereka menjawab: "Kami takut dengan api neraka." Malaikat Jibril berkata: "Ketika kalian didunia menemui lautan, bagaimakah kalian melaluinya?" Mereka menjawab: "Dengan mengendarai perahu." Maka malaikat Jibril mendatangkan kepada mereka sebuah masjid dalam bentuk perahu yang mana mereka pernah sholat didalamnya. Maka duduklah mereka diatas masjid tersebut, lalu melewati Shirath itu, dan dikatakan kepada mereka: "Inilah masjid-masjid yang telah kalian pergunakan untuk sholat berjamaah."

Dijelaskan dalam suatu hadits: Sesungguhnya Allah Swt. ketika menghisab (amal perbuatan) seorang hamba dan ternyata amal keburukannya lebih berat dari amal kebaikannya, maka Allah memerintahkan hamba tersebut ke neraka. Ketika hamba itu pergi, Allah berfirman kepada malaikat Jibril: "Susullah hambaKu tadi dan tanyakan kepadanya apakah dia pernah duduk bersama para ulama waktu didunia. Kalau pernah maka akan Aku ampuni dia berkat syafaat mereka." Kemudian malaikat Jibril bertanya pada hamba tersebut, akan tetapi ia menjawab "Tidak" Kemudian malaikat Jibril kembali untuk melapor pada Allah Swt.: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya Tuhanlah yang lebih mengetahui keadaan hamba-hambaMu." Lalu Allah menyuruh kepada malaikat Jibril: "Tanyakan pada hamba tersebut apakah dia mencintai ulama ?" Maka bertanyalah malaikat Jibril pada hamba tersebut tetapi dia menjawab "Tidak" Lalu Allah Swt. berfirma: "Tanyakan padanya, pernahkah ia bertempat tinggal pada tempat yang didalamnya terdapat ulama." Kemudian malaikat Jibril menanyakan kepada hamba tersebut, akan tetapi ia menjawab "Tidak". Kemudian Allah berfirman: "Wahai Jibril, tanyakan padanya apakah ia mencintai orang yang mencintai ulama." maka malaikat jibril menanyakan pada hamba tersebut tentang hal itu, lalu dia menjawab "Ya". Lalu Allah Swt. berfirma: "Wahai Jibril, angkatlah dia dan masukkan dia ke surga, karena dia mencintai seseorang yang cinta terhadap ulama waktu hidupnya didunia, maka Aku ampuni dia karena berkat orang itu."

Berdasarkan penjelasan diatas, maka diriwayatkan dalam suatu hadits, bahwasanya Allah mengumpulkan beberapa masjid dunia pada hari kiamat yang bentuknya dirubah seperti unta, kakinya dari intan, lehernya dari za'faran, kepalanya dari misik yang harum baunya, punggungnya dari zamrud hijau, yang bisa menaiki unta itu adalah ahli jamaah dan orang-orang yang ahli azhan yang menuntunnya, sedangkan imamnya yang menggiring unta itu. Lalu mereka bersama-sama melewati pelataran kiamat. Maka berserulah Allah: "Wahai para penghuni halaman (kiamat) mereka itu bukanlah dari golongan malaikat yang dekat, bukan pula dari golongan nabi dan rasul, tetapi mereka itu adalah umat Muhammad Saw. yang menjaga sholatnya dengan berjamaah."

Dalam hadits yang lain dijelaskan: Sesungguhnya Allah telah menciptakan malaikat yang bernama "Malaikat Darda'il". Dia mempunyai dua sayap, satu sayap berada di barat yang terbuat dari yaqut merah, dan sayapnya yang lain berada di timur yang terbuat dari zamrud hijau yang ditaburi dengan mutiara dan yaqut serta marjan, kepalanya berada di bawah Arasy, sedang kedua telapak kakinya berada dibawah bumi yang ketujuh. Dia memanggil-manggil setiap malam pada bulan Ramadhan: "Adakah orang yang berdoa, maka akan dikabulkan. Adakah orang yang meminta akan dipenuhi permintaannya. Adakah orang yang bertaubat, maka diterima taubatnya. Dan adakah orang yang minta ampun, maka diampuni dosa-dosanya sampai terbit fajar.

Daqoiqul Akbar Fii Dzikril Jannati Wan-Nar

Karya: Imam Abdirrahim bin Ahmad Al-Qadhiy


SEKS SUAMI ISTERI MENURUT ISLAM


 
Ada diantara kita yang kurang mengetahui cara hubungan seks suami isteri yang baik menurut syariat Islam tanpa kita sedari. Banyak kesalahan yang kita lakukan dalam berhubungan seks karena tidak tahu atau kerana bersikap tidak mahu mengambil berat berkenaan hal ini. Perlulah kita belajar mengenai hal tersebut supaya kita lakukan dijalan yang benar.  Islam telah menerangkan atas hal-hal kedua pasangan setelah pernikahan, mengenai hubungannya dan masalah-masalah seks, bahkan mengerjakannya dianggap suatu ibadat.

Sebagaimana keterangan Nabi saw.:

"Di kemaluan kamu ada sedekah (pahala)." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ketika kami bersetubuh dengan istri akan mendapat pahala?" Rasulullah saw. menjawab, "Ya. Andaikata bersetubuh pada tempat yang dilarang (diharamkan) itu berdosa. Begitu juga dilakuknnya pada tempat yang halal, pasti mendapat pahala. Kamu hanya menghitung hal-hal yang buruk saja, akan tetapi tidak menghitung hal-hal yang baik."

Berdasarkan tabiat dan fitrah, biasanya pihak laki-laki yang lebih agresif, tidak memiliki kesabaran dan kurang dapat menahan diri. Sebaliknya wanita itu bersikap pemalu dan dapat menahan diri.

Kerananya diharuskan bagi wanita menerima dan mentaati panggilan suami. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis:
"Jika si isteri dipanggil oleh suaminya karena perlu, maka supaya segera datang, walaupun dia sedang masak." (H.r.Tirmidzi, dan dikatakan hadis Hasan).

Dianjurkan oleh Nabi saw. supaya si isteri jangan sampai menolak kehendak suaminya tanpa alasan, yang dapat menimbulkan kemarahan atau menyebabkannya menyimpang ke jalan yang tidak baik, atau membuatnya gelisah dan tegang.

Nabi saw. telah bersabda:
"Jika suami mengajak tidur si isteri lalu dia menolak, kemudian suaminya marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat dia sampai pagi." (H.r. Muttafaq Alaih).

Keadaan yang demikian itu jika dilakukan tanpa uzur dan alasan yang masuk akal, misalnya sakit, letih, berhalangan,atau hal-hal yang layak. Bagi suami, supaya menjaga hal itu, menerima alasan tersebut, dan sadar bahwa Allah swt. adalah Tuhan bagi hamba-hambaNya Yang Maha Pemberi Rezeki dan Hidayah, dengan menerima uzur hambaNya. Dan hendaknya hambaNya juga menerima uzur tersebut.

Selanjutnya, Islam telah melarang bagi seorang isteri yang berpuasa sunnah tanpa izin suaminya, karena baginya lebih diutamakan untuk memelihara haknya daripada mendapat pahala puasa.

Nabi saw. bersabda:
"Dilarang bagi si isteri (puasa sunnah) sedangkan suaminya ada, kecuali dengan izinnya." (H.r. Muttafaq Alaih).

Disamping dipeliharanya hak kaum laki-laki (suami) dalam Islam, tidak lupa hak wanita (isteri) juga harus dipelihara dalam segala hal. Nabi saw. menyatakan kepada laki-laki (suami) yang terus-menerus puasa dan bangun malam.

Beliau bersabda:
"Sesungguhnya bagi jasadmu ada hak dan hagi keluargamu (isterimu) ada hak."
Sedangkan adab/tatacara bersetubuh yang dianjurkan dalam islam yaitu :
Abu Hamid Al-Ghazali, ahli fiqih dan tasawuf dalam kitab Ihya' mengenai adab bersetubuh, beliau berkata:

1."Disunnahkan memulainya dengan membaca Bismillahirrahmaanir-rahiim dan berdoa, sebagaimana Nabi saw. mengatakan:

"Ya Allah,jauhkanlah aku dan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau berikan kepadaku'."

Rasulullah saw. melanjutkan sabdanya, "Jika mendapat anak,maka tidak akan diganggu oleh syaitan."

2. Al-Ghazali berkata, "Dalam suasana ini (akan bersetubuh) hendaknya didahului dengan kata-kata manis, bermesra-mesraan dan sebagainya; dan menutup diri mereka dengan selimut, jangan telanjang menyerupai binatang. Sang suami harus memelihara suasana dan menyesuaikan diri, sehingga kedua pasangan sama-sama dapat menikmati dan merasa puas."

Berkata Al-Imam Abu Abdullah Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma'aad Fie Haadii Khainrul 'Ibaad, mengenai sunnah Nabi saw. dan keterangannya dalam cara bersetubuh.
Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata:

Tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu ialah:
1.Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah yang ditetapkan menurut takdir Allah.
2. Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan jika ditahan terus.
3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana kelak di syurga.

Ditambah lagi mengenai manfaatnya, yaitu: Menundukkan pandangan, menahan nafsu, menguatkan jiwa dan agar tidak berbuat serong bagi kedua pasangan. Nabi saw. telah
menyatakan:

"Yang aku cintai di antara duniamu adalah wanita dan wewangian."

Selanjutnya Nabi saw. bersabda:
"Wahai para pemuda! Barangsiapa yang mampu melaksanakan pernikahan, maka hendaknya menikah. Sesungguhnya hal itu menundukkan penglihatan dan memelihara kemaluan."

3. Kemudian Ibnul Qayyim berkata, "Sebaiknya sebelum bersetubuh hendaknya diajak bersenda-gurau dan menciumnya,sebagaimana Rasulullah saw. melakukannya."

Ini semua menunjukkan bahwa para ulama dalam usaha mencari jalan baik tidak bersifat konservatif, bahkan tidak kalah kemajuannya daripada penemuan-penemuan atau pendapat masa kini.

Yang dapat disimpulkan di sini adalah bahwa sesungguhnya Islam telah mengenal hubungan seksual diantara kedua pasangan, suami isteri, yang telah diterangkan dalam Al-Qur'anul Karim pada Surah Al-Baqarah, yang ada hubungannya dengan peraturan keluarga.

Firman Allah swt.:
"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa, bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu,dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu, Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah kamu, hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya ..." (Q.s. Al-Baqarah: 187).

Tidak ada kata yang lebih indah, serta lebih benar, mengenai hubungan antara suami-isteri, kecuali yang telah disebutkan, iaitu:

"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (Q.s. l-Baqarah 187).

Pada ayat lain juga diterangkan, iaitu:
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah
kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercucuk tanam, maka datangilah tanah tempat bercucuk tanammu itu dengan cara bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan takwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman." (Q.s.Al-Baqarah: 222-223).

Maka, semua hadis yang menafsirkan bahwa dijauhinya yang disebut pada ayat di atas, hanya masalah persetubuhan saja. Selain itu, apa saja yang dapat dilakukan, tidak dilarang.

Pada ayat di atas disebutkan:
"Maka, datangilah tanah tempat bercucuk tanammu dengan cara bagaimanapun kamu kehendaki." (Q.s. Al-Baqarah: 223).

Khamis, 5 Ogos 2010

PEMBAHAGIAN HARTA PUSAKA



Wajib pembahagian harta pusaka diagihkan mengikuti sistem faraid seperti mana yang diterangkan di dalam al-Quran walaupun si mati ada meninggalkan wasiat.

بسم الله       
والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد

Harta pusaka dan wasiat adalah dua pembahagian yang berasingan. Jika si mati meninggalkan wasiat pada hartanya, syarak mewajibkan supaya disempurnakan dahulu hak penerima wasiat, barulah diagihkan harta secara Faraidh. Tetapi dengan syarat wasiat simati hendaklah menepati 2 syarat:
a) tidak melebihi kadar 1/3 harta peninggalan.
b) wasiat itu kepada bukan waris (penerima pusaka).

Jika melebihi 1/3 harta, atau kepada salah seorang penerima pusaka, maka mestilah mendapat kerelaan semua waris-waris lain. Dalil didahulukan penyempurnaan wasiat ialah firman Allah Taala: Maksudnya: (Pembahagian tersebut hendaklah) selepas ditunaikan wasiat yang dibuat, atau (dan) sesudah dilunaskan hutang. (Al-Nisa: 11).


Rujukan: Tahqiqaat Mardhiyyah m/s 29-30


CARA TERBAIK BERBUKA PUASA


 
 CUBA kita perhatikan cara dan kerenah orang berbuka puasa setelah seharian berpuasa. Cara kanak-kanak berbeza dengan dewasa manakala lelaki berbeza dengan wanita.  Ada yang makan beberapa biji kurma dan meminum segelas air. Selepas itu baru menjamah makanan ringan seperti kuih-muih. Setelah berehat seketika, mereka menunaikan solat Maghrib sebelum sambung semula makan hingga kenyang.

Tetapi ada yang minum satu atau dua gelas air dan memasukkan semua lauk dalam satu pinggan dan memakannya hingga kenyang. Adakah cara itu yang digalakkan dalam Islam dan bagaimana pula kaitan puasa dari segi kesihatan?

Sebenarnya, pakar perubatan turut mengakui berpuasa mampu menjana kesihatan lebih baik kepada manusia.  Ini kerana beberapa perkara akan berlaku disebabkan berpuasa dan ia cukup baik untuk kesihatan seperti pembuangan toksik serta bahan buangan.

Toksik dan bahan buangan itu dikeluarkan melalui nafas berbau, peluh juga berbau, kulit kering bersisik dan gatal, air kencing pekat dan berbau, dan mungkin juga kerap kencing serta buang air besar selepas beberapa hari berpuasa.  Seseorang yang berpuasa juga mungkin mengalami sakit kepala, lenguh badan dan demam (kesan toksik keluar daripada lemak ke darah sebelum keluar dari badan), dan mungkin juga berlaku selesema dan kahak serta lendir dan keputihan.

Kaedah terbaik ketika berbuka:

1) Berbuka dengan buah termasuk kurma dan sedikit kuih-muih serta seteguk air.

2) Kemudian solat Maghrib terlebih dulu bagi memberi peluang perut mencerna makanan.

3) Makan makanan yang senang hadam dan kurangkan masakan berminyak, berempah dan pedas. Seelok-eloknya makan sayur, tauhu dan kekacang.

4) Kurangkan kadar makanan daripada biasa.

5) Jangan minum air sambil makan. Insya-Allah jika makan secara perlahan-lahan, masalah tercekik tidak berlaku.

6) Minum air putih, teh herba atau minuman mengandungi getah anggur, buah kembang semangkuk dan biji selasih sebanyak mungkin.

Rabu, 4 Ogos 2010

PANDUAN SEMASA BERDOA


 
Doa-Doa Yang Makbul:

1. Orang yang terdesak.

2. Orang yang teraniaya/dizalimi.

3. Anak yang berbuat baik terhadap kedua ibubapanya.

4. Doa seorang Muslim yang tidak berbuat zalim & tidak memutuskan silaturrahim.

Tanda-Tanda Doa Yang Makbul:

1. Terasa sesuatu yang menakutkan.

2. Menangis tatkala berdoa.

3. Terasa menggeletar.

Cara-Cara Berdoa:

1. Bersungguh-sungguh semasa berdoa. Rasulullah s.a.w pernah bersabda:

"Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang bersungguh-sungguh semasa berdoa"

2. Menghadirkan diri kepada Allah s.w.t. dengan penuh kekhusyukkan, kerana Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai.

3. Hendaklah makanan, minuman, pakaian dan sebagainya dari harta yang halal kerana sesungguhnya Allah itu baik & menerima melainkan yang baik belaka.

4. Doa itu bukan bertujuan untuk melakukan dosa, khianat, memutuskan silaturrahim dan jangan sesekali memohon SEGERA dimakbulkan doa tersebut.

5. Digalakkan memperbanyakkan menyebut Asmaul Husna, dimulai dengan bertaubat, istighfar, hamdalah serta selawat ke atas Rasulullah s.a.w dan para sahabat.

6. Sebelum berdoa, bersedekahlah terlebih dahulu (al-fatihah dan sebagainya).

Selasa, 3 Ogos 2010

Mengapa Disebut Solat TARAWIH?


 

Solat pada malam bulan Ramadhan itu disebut 'Tarawih' kerana solatnya panjang, raka'atnya banyak dan orang yang melakukannya beristirahat pada setiap selesai menunaikan empat raka'at sebelum menyambungnya lagi. Oleh kerana adanya rehat maka inilah disebut "Tarawih".


Ibnu Manzur dalam kitab 'Lisanul Arabi' menerangkan bahawa 'Altarawih' adalah bentuk jamak daripada 'Tarwihah' adalah isim marrah (Isim yang menunjukkan makna satu kali) daripada 'Ar-rahah'.


Jadi makna 'Tarwihah' itu adalah satu kali istirehat. Hal ini sama dengan kata 'Taslimah' (satu kali salam) yang berasal daripada perkataan 'Assalam'. Disebut 'Tarawih' kerana orang yang melakukannya mengambil beberapa kali istirehat pada setiap kali selesai mengerjakan solat empat raka'at, kemudian dia menerangkan pula bahawa 'Ar-rahah' itu ertinya lega atau segar adalah lawan daripada kata 'at-ta'ab' yang bererti penat.


Di dalam sebuah hadith ada diterangkan bahawa apabila masuk waktu solat,Nabi Muhammad s.a.w.  berkata pada bilal: "Marilah kita beristirehat dengan solat.'


Maksudnya ialah, azanlah untuk solat, wahai bilal! Maka kita akan beristirehat dengan solat itu, Istirehat Nabi Muhammad s.a.w. menerusi solat kerana didalamnya sebagai munajat kepada Allah s.w.t.. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Hatiku dan jiwaku menjadi tenteram ketika dalam solat." Dengan demikian solat Tarawih adalah sunnat yang dilaksanakan dalam kaitannya dengan ibadah pada malam-malam bulan Ramadhan al-Mubarak.

KEBAIKAN BERPUASA


1.     Menyihatkan sistem pencernaan. Waktu kita berpuasa sistem pencernaan kita berehat selama 12-14 jam selama satu bulan. Hal ini menyebabkan kurangnya kerja-kerja pencernaan yang dilakukan oleh sistem pencernaan kita.
2.     Mengurangkan berat berlebihan. Puasa dapat mengurangkan lemak dan kegemukan. Rasa lapar bukan saja menyebabkan perut kosong, tetapi kadar gula dalam darah juga menurun. Dan akibatnya berat badan akan menurun dengan syarat masa berbuka janganlah balas dendam dengan makan sebanyak mana yang kita mahu.
3.     Memelihara tubuh dari kelebihan sisa-sisa zat yang tidak diperlukan. Semasa berpuasa, tubuh kita akan menggunakan zat-zat makanan yang tersimpan untuk bertindak membuang sel-sel yang rusak dan lemah  dari bagian tubuh yang sakit selanjutnya memberi kesempatan kepada sel-sel tubuh untuk menjadi lebih aktif.
4.     Melindungi dari masalah gula. Puasa secara semula jadi dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Keadaan ini menyebabkan pangkreas yang menghasilkan insulin berehat.